Adanya kejadian El Nino secara umum akan mengurangi intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Waduk PLTA Ir. PM Noor, oleh karena itu dari pertengahan bulan juni 2015 hingga bulan April 2016 ini rata-rata inflow PLTA Ir. PM Noor lebih kecil dari nilai rata-rata historisnya.

Sedangkan berdasarkan data historis hidrologi Waduk PLTA Ir. PM Noor, kondisi inflow akan terus menurun dari bulan April. Berkurangnya curah hujan dan pasokan air yang telah terjadi di Daerah Aliran Sungai Waduk PLTA Ir. PM Noor untuk saat ini perlu diantisipasi agar tidak banyak berpengaruh pada pola operasi PLTA Ir. PM Noor untuk beberapa bulan kedepan

Guna mengantisipasi datangnya musim kemarau dan untuk meningkatkan pasokan dansimpanan air di Waduk PLTA Ir. PM Noor, PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (WKSKT) Sektor Barito bekerja sama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melaksanakan  operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau yang lebih dikenal awam dengan istilah hujan buatan di wilayah DAS Waduk Riam Kanan yang menjadi daerah tangkapan air (catchment area) Waduk PLTA Ir. PM Noor. Pelaksanaan TMC sehari-harinya nanti akan dipusatkan di Posko TMC di Bandara Syamsudin Noor yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Waduk PLTA Ir. PM Noor.

Dalam melaksanakan pekerjaan TMC untuk pengisian Waduk PLTA Ir. PM Noor ini BPPT didukung oleh 1 unit Pesawat CASA 212-200 dengan nomor registrasi PK-PCT milik PT Pelita Air Service, radar cuaca milik BMKG Wilayah Kalimantan Selatan, serta sarana dan prasarana pendukung di Posko milik PT Angkasa Pura dan Lanud Syamsudin Noor. Selain itu, untuk membantu pengamatan cuaca di sekitar daerah target juga ditempatkan 2 Pos Meteorologi yang berlokasi di daerah Rantau Bujur dan Bajuin. Hujan yang terjadi di daerah target akan dipantau dan dievaluasi dari 6 lokasi Pos Penakar Curah Hujan yang tersebar di wilayah DAS Riam Kanan. Pelaksanaan TMC untuk pengisian Waduk PLTA Ir. PM Noor resmi dimulai pada  Senin, 18 April 2016 dan rencananya akan berlangsung selama 29 hari kegiatan.

Secara klimatologis, kegiatan TMC di DAS Riam Kanan Waduk PLTA Ir. PM Noor yang dilakukan pada saat transisi musim penghujan kali ini cukup tepat dari segi waktu pelaksanaannya dan berpeluang dapat memberikan hasil yang optimal untuk dapat mengantisipasi penurunan pasokan air waduk karena datangnya musim kemarau. Pada prinsipnya, modifikasi cuaca yang dilakukan dengan cara penyemaian awan (cloud seeding) adalah bertujuan untuk mempercepat proses terjadinya hujan sekaligus menambah intensitas hujan dengan cara memperpanjang durasi hujan. Dengan demikian, maka dengan adanya TMC diharapkan curah hujan yang sudah berpeluang terbentuk secara alami dapat dikondisikan agar jatuhnya tepat di dalam catchment area Waduk PLTA Ir. PM Noor dan dengan durasi yang lebih panjang sehingga secara keseluruhan akan memberikan penambahan curah hujan (rain enhancement) di daerah target. (IBN/FKR)

Unit Kerja BPPT