Pemanfaatan Batubara Peringkat Rendah untuk Membuat Semi Kokas dengan Penambahan Bahan Hidrokarbon

Cadangan batubara saat ini masih sangat melimpah, berdasarkan data P.T. Tambang Batubara Bukit Asam, hingga tahun 1991 jumlah batubara yang ditambang baru mencapai 14.478 ribu ton, sedangkan cadangan total yang tersebar di beberapa pulau besar diperkirakan lebih dari 38 milyar ton. Karena itu pemanfaatan batubara sebagai sumber energi masih akan terus dikembangkan.

Audit Energi di Pabrik Kelapa Sawit

Minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) merupakan produk pengolahan kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan pangan, industri kulit, industri sabun dan lain - lain. Pabrik minyak kelapa sawit (PKS) merupakan salah satu industri pengguna energi yang berpotensi untuk ditingkatkan efisiensi penggunaan energinya.

Peningkatan Batubara Peringkat Rendah untuk Pengurangan Kadar Karbon Tidak Terbakar dlm Abu Terbang

Berdasarkan data ESDM pada tahun statistik 2006, cadangan terbukti batubara  saat ini di Indonesia sekitar 6,9 miliar ton terdiri dari batubara berkualitas rendah, yaitu lignit (49 %), sub-bituminus (26%), bituminus (24%) dan antrasit (1%). Pemasaran batubara peringkat rendah (low rank coal) dengan kandungan air tinggi dan sodium tinggi tidak semudah pemasaran batubara peringkat tinggi seperti: sub bituminus atau bituminus. Untuk memanfaatkan batubara peringkat rendah sebagai energi alternatif pengganti BBM sekaligus mengatasi kendala pemasarannya, dibutuhkan peran teknologi. Salah satu permasalahan di PLTU batubara saat ini adalah masih tingginya kadar karbon tidak terbakar di abu terbang (fly ash). Kadar karbon tidak terbakar yang tinggi mengakibatkan abu terbang menjadi agak gelap bahkan hitam. Hal ini telah menjadi permasalahan yang besar pada lingkungan karena abu terbang tidak dapat digunakan oleh Pabrik Semen, sehingga akan terjadi penumpukan berlebihan di area penimbunan abu terbang. Area penimbunan abu terbang khususnya PLTU di P.Jawa sangat terbatas.

Pada riset ini akan dilakukan bagaimana untuk menurunkan kadar karbon tidak terbakar pada abu terbang (fly ash) yang

Ubiquitous Government Services (UGOS)

Program UGOS (Ubiquitous Government Services) bertujuan untuk mengembangkan teknologi pemerintahan elektronik yang memungkinkan partisipasi aktif masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan tidak memandang waktu dan tempat (ubiquitous services), dengan menggunakan Free Open Source Software (FOSS). Disamping itu tujuan lainnya adalah untuk membangun kelembagaan untuk peningkatan kemampuan FOSS serta sosialisasi hasil pengembangan teknologi FOSS

Digital Broadcast

Indonesia telah memasuki era konvergensi digital dan juga akan merencanakan pengakhiran sistem siaran TV analog atau analog- switch off ke penyiaran digital pada tahun 2018, dibutuhkan kemandirian nasional dalam mengembangkan teknologi pada sistem siaran TV digital agar mampu membendung produk-produk impor baik perangkat keras dan piranti lunak serta mendorong produk-produk kearah pemanfaatan teknologi dalam negeri untuk industri-industri manufaktur sistem TV Digital. Untuk itu, pengembangan teknologi penyiaran yang bersifat multimedia digital menjadi suatu keharusan, dan turut berkontribusi pada Sistem Inovasi Nasional yang telah dicanangkan pemerintah

More Articles...

Page 1 of 2