MANUFAKTUR MODEL 3D JEMBATAN PENAJAM MENGGUNAKAN RPM (RAPID PROTOTYPE MACHINE)

Jembatan Penajam adalah jembatan tipe cable-stayed yang rencananya  akan dibangun di Provinsi Kalimantan Timur, menghubungkan daerah Penajam-Balikpapan dengan panjang bentangan 720m dan lebar 31,7m.

Untuk bisa melakukan uji aerodinamika di terowongan ILST (Indonesian Low Speed Tunnel), maka perlu dilakukan pemodelan jembatan dengan melakukan penyekalaan 1:210 dari model jembatan Penajam sebenarnya. Pemodelan untuk keperluan manufaktur menggunakan RPM (Rapid Prototype Machine).

RPM UPT LAGG BPPT

Berikut ini spesifikasi RPM (Rapid Prototype Machine) Dimension 768/Elite yang dimiliki oleh UPT LAGG BPPT:

 

  1. Build Size: 203 x 203 x 305 mm (8 x 8 x 12 in)
  2. Layer Resolution: 0.245 mm (0.010 in) atau 0.33 mm (0.013 in)
  3. Positional Accuracy (X,Y): 0.025 mm (0.001 in)
  4. Z Repeatability: 0.0127 mm (0.0005 in)
  5. Material: Durable ABS plastic (white)

RPM Dimension 768/Elite

 

 

BWTF (Building Wall Test Facility) LAGG BPPT

Bangunan/facade/curtain wall merupakan bagian arsitektur bangunan yang penting. Bagian-bagian tersebut melindungi bagian dalam bangunan dari beban luar dan faktor lingkungan. Ada beberapa kriteria curtain wall yang harus dipenuhi menurut persyaratan atau standar internasional. Bangunan (curtain wall) harus bebas dari kebocoran air dan udara, tahan dari beban angin pada permukaan bangunan. Dalam pemenuhan persyaratan tersebut, LAGG BPPT menyediakan fasilitas pengujian untuk curtain wall/facade dengan sebutan BWTF (Building Wall Test Facility).

BWTF (Building Wall Test Facility) LAGG BPPT

Baca selengkapnya

Perancangan Model 3D Jembatan Penajam

upt lagg property - penajam bridge model

Jembatan Penajam merupakan tipe jembatan cable stayed. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan Penajam dengan Balikpapan. Sebelum dibangun, desain jembatan harus melalui  serangkaian pengujian. Pengujian model jembatan full model merupakan eksperimen kelanjutan dari hasil kajian CFD (Computational Fluid Dynamic). Analisis CFD memberikan output bentuk dek dan wind fairing yang paling optimum serta memberikan data gaya/momen aerodinamika steady. Pengujian model jembatan dimaksudkan untuk mendeteksi fenomena aeroelastik, yakni interaksi dinamik antara aspek aerodinamika struktur dengan inersia struktur.

 

Pengujian full model mempunyai beberapa kelemahan diantaranya sulit melakukan modifikasi struktur dan perubahan geometri. Oleh karena itu, pengujian full model biasanya didahului oleh pengujian sectional model. Hasil uji sectional model berupa asumsi kajian modifikasi aerodinamika (geometri dek) yang kemudian digunakan sebagai acuan pembuatan full model. Pengujian ini dilakukan di ILST (Indonesian Low Speed Tunnel), yakni salah satu terowongan angin yang di operasikan oleh UPT‐LAGG BPPT, dengan dimensi test section: 3m x 4m x 10m.

desain jembatan penajam

Pembuatanfull modeldiawalai dengan proses Design berdasarkan informasidari desain jembatan sesungguhnya. Design jembatan asli diskala menyesuaikan ukuran test section ILST (pada project ini dipakai skala 1:210). Selanjutnya dibuat desain 3D dengan menggunakan software CATIA.Model Jembatan Penajam memiliki 5 komponen utama seperti ditunjukkan gambar-2, yaitu: Pylon, Deck, End-Pier, Intermediate-Pier, dan Base-Frame.

3D desain model jembatan penajam

Baca selengkapnya...

 

KEGIATAN TMC DI DAS CITARUM UNTUK DUKUNG PROGRAM NASIONAL SURPLUS BERAS 10 JUTA TON DI JAWA BARAT

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional untuk pencapaian target surplus beras 10 juta ton yang ditargetkan oleh pemerintah pusat, BPPT bekerjasama dengan Kementerian PU, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan TNI AU menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat.

“Sejak awal tahun 2012 lalu, secara hidrologis DAS Citarum mengalami kekeringan. Ketersediaan air di ketiga waduk kaskade Citarum (Saguling, Cirata dan Jatiluhur) terus mengalami penurunan, sehingga dikhawatirkan tidak akan mencukupi untuk kebutuhan irigasi bagi lahan pertanian di Jawa Barat yang akan berdampak bagi terganggunya pencapaian target surplus produksi beras 10 juta ton yag sudah dicanangkan oleh pemerintah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, TMC merupakan solusi yang bisa diupayakan guna menambah ketersediaan air di DAS Citarum, khususnya bagi keperluan air irigasi di lahan pertanian di daerah pantura Jawa Barat yang merupakan salah satu sentra produksi beras nasional,” ujar Sudarsono dari Dirjen SDA Kementerian PU selaku pengguna jasa dalam kegiatan TMC kali ini. Dari target surplus target 10 juta ton beras di tingkat nasional, Provinsi Jawa Barat mendapat beban sebanyak 3 juta ton.

 

Penerapan Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga BAYU (PLTB)

Salah satu energi terbarukan yang berkembang pesat di dunia saat ini adalah energi angin. Energi angin merupakan energi terbarukan yang sangat fleksibel. Energi angin dapat di manfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya pemompaan air untuk irigasi, pembangkit listrik dan lain-lain. Selain itu, pemanfaatan energi angin dapat dilakukan di mana-mana, baik di daerah landai maupun dataran tinggi, bahkan dapat di terapkan di laut. Oleh karena itu studi potensi pemanfaatan energi angin perlu dilakukan guna mengidentifikasi daerah-daerah berpotensiagar pemanfaatan energi angin ini lebih kompetitif dibandingkan dengan energi alternatif lainya.

UPT LAGG-BPPT memiliki kompetensi dan fasilitas dibidang aerodinamika. Sejak tahun 2002 di bentuk tim pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang melakukan riset PLTB dan telah berhasil menghasilkan beberapa prototype turbin angin mulai kapasitas 300 Watt, 1 Kw, 2,5 Kw, 5 Kw, 10 Kw dan saat ini sedang dikembangkan prototype dengan kapasitas 20 Kw. Semua pengembangan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang terdapat di dalam negeri seperti material untuk sudu, generator dll, yang hampir 100 % dari dalam negeri dan memiliki beberapa keunggulan teknologi diantaranya: teknologi aerodinamika sudu yang didesain untuk kecepatan angin rata-rata tahunan di Indonesia yang berkisar di kecepatan 4 s/d 8 m/det.